Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

23 Feb 2012

Sekilas Bruce Lee


Setelah proyek “Green Hornet” usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama “Lee Jun Fan, Gung Fu Institute”. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.
Di sekolah yang baru itu pula lah Bruce menciptakan teknik Jeet Kune Do, teknik memotong serangan. Bruce berpendapat memotong serangan lebih baik dan lebih cepat dari pada menahan lalu melakukan serangan.
Tahun 1967, Bruce membintangi “A Man Called Ironside”, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.
Dengan pertimbangan tertentu Bruce memutuskan melanjutkan karir filmnya di Hong Kong. Beberapa film dibintanginya, sekarang Bruce sudah dianggap sebagai pahlawan nasional. Tidak puas dengan itu semua, dia membuka perusahaan sendiri karena ia ingin menulis skenario, menyutradarai, sekaligus membintangi film selanjutnya. Lagi-lagi Bruce berhasil, beberapa film produksi perusahaannya laris manis di pasaran.
Setelah berbagai film dibuat dan berbagai kesuksesan diraih, pada tanggal 10 Mei 1973 Bruce tiba-tiba pingsan selama setengah jam saat mengisi dubbing untuk “Enter The Dragon”. Dokter memberinya resep Manatol, obat untuk mengatasi gejala brain swelling (pengembangan otak).
1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film “Game of Death”. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.

Kabar kematian Bruce Lee sangat mengejutkan, bahkan banyak yang tidak percaya. Berbagai spekulasi tentang kematiannya bermunculan, seperti:
  1. Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
  2. Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
  3. Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
  4. Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
  5. Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu
Terlepas dari spekulasi tersebut, fakta medis menyebutkan Bruce meninggal setelah mengalami koma karena Cerebral Edema, pembengkakan otak karena cairan yang berlebih.


Sumber: http://gombalpedia.blogspot.com/2012/02/mengupas-misteri-kematian-bruce-lee.html#ixzz1nBX0PdVk


22 Feb 2012

The Great Blue Hole, Jurang Terdalam di Lautan Belize





Fenomena alam telah mengubah sebuah gua purba menjadi tempat penyelaman maha dahsyat. Jika dilihat dari angkasa, The Great Blue Hole yang terletak di lepas pantai Belize, Amerika Tengah ini tampak seperti bola mata.
"Ini adalah jurang terdalam dan terbiru yang pernah ada. Sebuah formasi batuan padat membentuk sebuah gua ribuan tahun silam. Selama itu, air perlahan mengisi guanya. Hingga stalaktit dan stalagmit raksasa terbenam dalam sebuah lubang ratusan meter dalamnya."

Kira-kira begitu kata peneliti NASA, Glyn Collinson pada belize.com, situs resmi negara Belize. Collinson menyelami The Great Blue Hole untuk merasakan sendiri kemegahan gua raksasa bawah airnya. Lagipula, siapa pula yang tak terpikat melihat kecantikan lubang ini dari angkasa?

The Great Blue Hole berada di lepas pantai Belize, Amerika Tengah. Letaknya di tengah-tengah Lighthouse Reef, kumpulan karang atol yang membentang 96 kilometer panjangnya. Dengan bentuk bulat sempurna, The Great Blue Hole berdiameter sekitar 400 meter, dengan kedalaman sekitar 145 meter.

Pada 1997, UNESCO melabeli tempat ini sebagai Situs Warisan Dunia.

Berjuta-juta tahun silam, The Great Blue Hole merupakan sebuah gua purba dengan stalaktit dan stalagmit raksasa. Ketika zaman es berakhir, permukaan laut naik hingga menutupi permukaan guanya. Sekarang, The Great Blue Hole menjadi salah satu titik penyelaman paling diminati oleh para penyelam profesional.

Mari mulai dari permukaan. Jika menyelam hingga kedalaman 20 meter, Anda bisa menemukan beberapa jenis udang, anemon, ikan gobi neon, Angelfish, juga Butterflyfish. Di kedalaman 44 meter, formasi stalaktit pertama akan menyambut Anda.

Menyelam di sini akan membuat Anda serasa ada di dunia lain. Airnya hampir tak bergerak, tanpa ombak atau arus sama sekali. Suhu di kedalaman ini sekitar 24 derajat celcius. Dalam perairan berwarna biru gelap, Anda bisa menyelam di antara stalaktit dan stalagmit raksasa. Masing-masing memiliki tinggi mulai dari 9-12 meter dengan diameter 1,5-3 meter.

Dengan jarak pandang hanya 60 meter, Anda beruntung (atau justru tidak) bila melihat satu atau beberapa jenis hiu yang melintas. Ada Nurse Shark, Carribean Reef Shark, Blacktip Shark, Bull Shark, juga Hammerhead Shark yang menjadi penghuni lubang biru ini.

Benar sekali, mungkin The Great Blue Hole tak akan memanjakan mata Anda dengan ikan warna-warni yang berenang di antara koral. Tapi Anda bisa menjadi saksi hiu-hiu yang melintas di antara stalaktit dan stalagmit raksasa.

Menyelam ke sebelah barat The Great Blue Hole, Anda akan menemukan sebuah pintu masuk menuju gua raksasa. Di sini, menyalakan senter bawah air adalah sebuah kewajiban. Dalam kegelapan total, Anda akan memasuki sebuah dunia yang tak terjamah.