Image generated by TextSpace.net, hosted on ImageShack.us

13 Mei 2012

Karena amanat Soekarno itulah, sejak 1950 dikirim putra-putra terbaik Indonesia ke Eropa untuk belajar tentang industri perkapalan dan dirgantara agar bisa berdikari


"Januari 1950, Bung Karno sudah mengamanatkan agar Indonesia harus memperkuat industri perkapalan dan pesawat terbang. Ini untuk menjaga pertahanan kita," ungkap BJ Habibie. Karena amanat Soekarno itulah, sejak 1950 dikirim putra-putra terbaik Indonesia ke Eropa untuk belajar tentang industri perkapalan dan dirgantara agar bisa berdikari. "Saya masuk angkatan kelima yang dikirim ke Eropa. Di sana kami belajar bagaimana bisa membuat pesawat dan kapal. Bung Karno ingin, kita menjadi negara mandiri," tuturnya mengenang sejarah.

"Bukan karena hobi, tapi karena tidak tahan melihat penderitaan rakyat. Kami ingin membuat pesawat terbang sendiri, sehingga uang negara tidak perlu dihabiskan untuk mengimpor pesawat dari luar negeri," tandasnya.

Sayangnya, cita-cita Habibie kandas di tengah jalan. Menyusul ditutupnya IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) oleh pemerintah pada 2002. Atas titah juragan-juragan IMF dan Bank Dunia. Padahal pesawat hasil karya Habibie dan rekan-rekannya sudah siap dikomersialkan pada 2003.

INDONESIA merupakan satu-satunya negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng bumi: lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Area pertemuan lempeng tektonik bagaikan ‘tungku raksasa’ yang terus bergejolak. Pada satu sisi, dapat memicu gempa dan tumbuhnya gunung berapi. Tetapi disisi lain, merupakan ‘tungku’ produksi mineral berharga, dan itu sebabnya bumi Indonesia kaya dengan emas dan perak.

Dulu, Bung Karno juga banyak menolak tawaran kerjasama eksplorasi dari pihak asing seperti Freeport, "Lebih baik kita tunggu sampai insinyur-insinyur Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri." ujar Bung Karno. 

(BJ Habibie, dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi I DPR RI, Senin (31/1). 2011)

Tidak ada komentar: